Pipa Minyak Chevron Meledak

29 Oct

BAGANSIAPI-API (RP) – Pipa utama atau induk yang mengalirkan minyak mentah PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menuju ke Dumai yang berada sekitar 100 meter dari Simpang Manggala Jhonson, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanahputih, Kabupaten Rohil, Kamis (28/10) sekitar pukul 06.45 WIB meledak. Akibatnya, dua warga mengalami luka bakar serta tiga unit rumah yang berada di sekitarnya terkena semburan minyak mentah.

Sebelum kejadian, dua warga Simpang Manggala Jhonson masing-masing Rini Andrea (16) yang duduk di bangku kelas III Sekolah Menengah Atas (SMA) dan adiknya Irwan (6) yang baru mengenyam bangku kelas satu Sekolah Dasar (SD) tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.

Namun, saat berada di halaman rumah, tiba-tiba pipa milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) tersebut meledak dan langsung memuntahkan minyak mentah dan menerpa kedua adik beradik ini. Melihat kondisi seperti itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian, langsung mengambil inisiatif untuk membawa korban ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis dari CPI. Kedua korban ini mengalami luka bakar.

Menurut saksi mata warga Simpang Manggala Jonson, Andi kepada Riau Pos, warga yang menjadi korban ini yakni Wanda (6) dan Rini (16). Mereka ini jadi korban saat melintas di jalan saat akan pergi sekolah. ‘’’Tak diketahui penyebab bocornya pipa CPI itu, tiba-tiba saja saya dengar meledak dan muncrat,’’ kata Andi.

Di sisi lainnya,  semburan minyak mentah yang berada di dalam pipa yang pecah ini, setidaknya telah memberikan dampak lain di sekitarnya. Di mana, tiga unit rumah masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian turut terkena semburan minyak mentah. Ketiga unit rumah tersebut yakni miliki Sukidi (54), Reban (50) dan Anto (28). Minyak mentah panas itu menempel di atap rumah, mengenai dinding rumah dan tergenang di halaman rumah warga. Lalu lintas juga sempat macet di lintas utara Pekanbaru-Medan.

‘’Para korban ini, saya lihat dilarikan ke klinik di Bangko. Suara ledakan pipa itu seperti suara bom. Saya kira bom yang meledak rupanya pipa minyak Caltex (Chevron, red) yang meledak dan bocor,’’ kata Andi.

Camat Tanahputih, H Jabil Syamsuddin didampingi Danramil Tanahputih, Kapten Inf Zainuri yang ditemui Riau Pos, Kamis (28/10) tidak menafikan hal tersebut. ‘’Kita sudah menerima informasi itu. Menindaklanjuti informasi ini, kita sudah menginstruksi anggota turun ke sana. Ternyata, memang ada kejadian di Simpang Manggala Jhonson,’’ kata Jabil.

Yakni, tambah Jabil, pipa CPI meledak dan pecah yang gilirannya mengenai anak yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. ‘’Setelah mendapatkan perawatan dan tim medis CPI, kedua anak itu sudah boleh dinyatakan pulang. Kita dari pihak Kecamatan Tanahputih, mengharapkan agar CPI dapat menyikapi masalah ini. Karena, yang kena itu adalah masyarakat kita,’’ kata Jabil.

Malahan, lanjut Jabil, semburan minyak mentah tersebut juga mengenai lahan-lahan milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

‘’Saya pikir pihak CPI harus bisa mencarikan solusinya untuk menyikapi masalah ini. Biasanya, pihak CPI sudah tahu bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah ini. Yang jelas, dari kejadian itu tidak ada korban jiwa,’’ kata Jabil.

Sementara, meledaknya pipa minyak mentah di Simpang Manggala Jhonson, setidaknya telah disikapi serius oleh anggota Polsek Tanahputih dengan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dari hasil olah sementara, pipa minyak mentah yang meledak tersebut diduga lantaran kondisinya yang sudah tua dan berkarat.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kapolres Rohil, AKBP Bambang Sudarmadji melalui Kapolsek Tanahputih, AKP DF Sagala yang dihubungi Riau Pos, Kamis (28/10) di Bagansiapi-api. ‘’Dugaan sementara seperti itu. Mungkin karena sudah kondisi tua ditambah lagi telah berkarat, membuat pipa itu tidak stabil lagi. Begitu ada tekanan, pipa itu pecah,’’ kata Sagala.

Langkah yang segera diambil, tambah Sagala, yakni meminta kepada pihak CPI untuk melakukan perbaikan secepatnya. Seiring dengan itu, sejumlah anggota turut dikerahkan ke lokasi untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas. Karena, lokasi kejadian tersebut berada di posisi yang strategis dan memiliki tingkat mobilitas kendaraan yang padat.

‘’Itu yang pertama kali dilakukan. Seiring dengan itu berlangsung, kita segera melakukan penyidikan untuk mengetahui apa yang menjadi punca sehingga pipa itu bisa pecah,’’ kata Sagala.

Dalam Penyelidikan
Manager Komunikasi PT CPI, Hanafi Kadir mengatakan, petugas lapangan dan peralatan CPI tiba di tempat kejadian setengah jam setelah kejadian untuk menanggulangi kebocoran. Diperkirakan perbaikan pipa akan dapat diselesaikan dan operasi dapat kembali normal pada sore hari ini. Penyebab kejadian sedang dalam penyelidikan.

Terkait masalah adanya dugaan dua korban, Hanafi mengatakan tidak ada korban jiwa. Di mana berdasarkan keterangan yang diperolehnya, seorang murid SD sedang lewat saat kejadian dan terkena semburan minyak. Murid SD ini langsung dilarikan ke Bangko Medical.

‘’Kaki anak ini langsung dibersihkan dan tidak ada luka bakar atau sejenisnya. Oleh karena itu si anak diperbolehkan pulang. Sementara sang kakak yang kala itu sedang berada di rumah terkaget mendengar pipa meledak dan terjatuh, akibatnya tangannya mengalami luka lecet,’’ ujar Hanafi.

Saat ditanya mengenai perbaikan pipa, Hanafi mengatakan pipa yang bocor sudah selesai ditempel sekitar pukul 18.00 WIB dan perbaikan secara menyeluruh diperkirakan selesai pukul 24.00 WIB yang dilanjutkan dengan pembersihan lokasi di sekitar. ‘’Jika pembersihan tidak selesai hingga malam ini akan dilanjutkan besok,’’ katanya.

Ditanya apakah Chevron akan memberikan ganti rugi atau sagu hati kepada warga sekitar yang terkena musibah kebocoran pipa ini, Hanafi menjelaskan hal tersebut belum dibahas, karena Chevron masih fokus pada perbaikan dan pembersihan lokasi dari tumpahan minyak. Demikian juga dengan masalah kerugian, sejauh ini Chevron belum melakukan penghitungan. ‘’Kita belum lakukan pengkajian berapa kerugian yang kita alami termasuk soal sagu hati. Kemungkinan besok baru kita bahas,’’ tuturnya.

Kejadian ini juga diakui Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Hulu melalui Humasnya, Nora kepada Riau Pos, Kamis (28/10) di Pekanbaru. Menurutnya, saat ini kebocoran sedang diatasi oleh tim dari CPI, sementara korban akibat kebocoran tersebut sudah mendapat perawatan di RS terdekat. Kondisi ini juga belum diketahui kerugian dan jumlah gas dan minyak yang lepas ke udara.

‘’Memang benar ada kebocoran dan kami baru mendapatkan informasi dari CPI. Korban sudah dirawat dan kebocoran segera diperbaiki. Kemungkinan besar tim yang turun akan menutup kebocoran akan menyelesaikan tugasnya sore nanti,’’terangnya.

Meski mengakui sudah mendapatkan laporan kebocoran, namun BP Migas belum mengetahui penyebab kebocoran tersebut. Hanya saja, BP Migas akan terus melakukan pemantauan perbaikan dan penyebab terjadinya kebocoran tersebut. Sementara untuk tim yang turun dikatakan Nora masih tim teknis dari CPI.

‘’Itu adalah wilayah kerjanya dan tentu mereka yang bertanggungjawab. Kita pastikan permasalahan ini akan tuntas sore harinya dan mudah-mudahan itu bisa terealisasi. Jadi pasokan gas di Riau tidak sampai menggangu dan berpengaruh dengan kita semua,’’terangnya.

Tak Terganggu
Akibat bocornya pipa minyak PT Chevron, dipastikan juga tidak menganggu atau mengurangi produksi perusahan asal Amerika itu. ‘’Akibat kebocoran pada pipa minyak itu tidak mempengaruhi produksi PT CPI, karena yang bocor itu adalah pipa shipping (pipa yang menghubungkan dengan kapal tanker pengankut di Pelabuhan Dumai),’’ ucap Kepala Humas BP Migas, Elan Biantoro di Jakarta, Kamis (28/10).

Penyebabkan kebocoran itu, Elan menyebutkan, pihaknya telah mengetahui. Menurutnya, dalam pipa minyak itu sudah berkarat (korosi), sehingga minyak mengumpul dan kemudian terjadi kebocoran pada pipa tersebut. ‘’Pipanya sudah diperbaiki oleh petugas di lapangan, sehingga sudah bisa berfungsi kembali,’’ tuturnya.

Mengenai warga yang menjadi korban akibat terkena semburan minyak panas tersebut, Elan menyakan pihaknya sudah membawanya ke rumah sakit. ‘’Dia (Warga) itu tidak apa-apa. Memang terkena oleh semburan minyak, tapi tidak mengalami luka,’’ tegasnya.

Untuk menghindari kejadian yang serupa, Elan meminta kepada kontraktor bukan saja CPI, untuk memeriksa pipa-pipa minyak secara periodik. ‘’Kalau pipa ini dikontrol dan selalu diawasi dengan baik maka akan terhindar dari kejadian yang tak diinginkan,’’ tambahnya.(sah/azf/hen/eko/yud/rnl)

source : riaupos.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: