Siswi SMP Tri Bakti Pekanbaru Kesurupan Lagi

28 Oct

PEKANBARU, TRIBUN – Lima orang siswi SMP Tri Bakti kembali mengalami kesurupan pada Rabu (27/10), di Jalan Tuanku Tambusai, setelah dua hari sebelumnya mengalami hal yang sama. Pihak sekolah juga tidak tahu kenapa musibah ini masih menghantui siswa-siswi mereka, padahal berbagai macam upaya telah mereka lakukan agar musibah seperti ini tidak terjadi lagi.

Banyak timbul informasi yang simpang-siur mengenai awal mula berdirinya sekolah ini, terutama cerita yang beredar dikalangan siwa-siswi bahwa ada hal-hal mistis yang terdapat pada lahan ini sebelum bangunan sekolah didirikan, tetapi hal itu semua dibantah oleh pihak sekolah.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum dan Humas, Murniati, Sebelum sekolah ini dibangun, lahan pada sekolah ini dulunya cuma hutan biasa, dan tidak menunjukkan tanda-tanda mistis. “Saya sudah hampir 29 tahun menjadi guru disini. Sebelum dibangun sekolah, lahan ini dulunya cuma hutan biasa, dan tidak benar kalau ada yang mengatakan lahan ini dulunya bekas kuburan,” kata Murniati.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada enam tahun silam tepatnya pada tahun 2004. Tetapi pada saat itu korbannya tidak banyak, penyebabnya mungkin sebatang pohon tua yang ada dihalaman sekolah. “Kata orang penyebabnya karena ada pohon tua, setelah pohon itu ditebang tidak ada lagi kejadian serupa. Baru kali ini lah kejadian seperti ini terulang lagi,” ujarnya.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Sri Astuti, terjadinya peristiwa kesurupan pada siswi-siswi SMP Tri Bakti merupaka suatu cobaan dan musibah bagi sekolahnya. “Yang namanya musibah tentu tidak ada yang ingin mengalaminya, bahka kami selalu waspada untuk melindungi semua siswa-siswi yang ada disini. Mungkin ini adalah cobaan yang diberikan kepada kami, semakin kuat iman seseorang, semakin kuat pula godaannya yang menimpanya,” kata Sri.

Pihak sekolah telah berupaya untuk meningkatkan iman dan taqwa agar para siswa-siswi bisa terhindar dari hal-hal yang tidak dinginkan. “Semua upaya telah kami lakukan, setiap jum’at kami selalu baca surat yasin. Setiap sebelum memulai pelajaran, para siswa-siswi membaca Al Qur’an dan berdo’a di dalam kelas,” ungkapnya.

Upaya untuk meliburkan proses belajar-mengajar tidak akan diambil oleh pihak sekolah, karena para siswa-siswi memiliki kemauan untuk belajar mereka sangat tinggi. “Kita tidak akan meliburkan siswa-siswi, bahkan anak yang menjadi korban kesurupan kemarin, disuruh libur tetapi tetap saja mereka tidak mau, dan tetap juga datang ke sekolah,” katanya.

Kapolsekta Payung Sekaki, AKP Akmaluddin Yusuf,pada saat kejadian terlihat turun langsung ke lapangan untuk melihat peristiwa dan kondisi yang dialami oleh sisiwi Tri Bakti. Ia juga sempat berbincang-bincang dengan para guru dan membantu dengan memberi masukan-masukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi kedepannya.

Menurut keterangannya saat diwawancarai Tribun di SMP Tri Bakti, ia menghimbau agar para siswa dan siswi lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.
“Mulai sekarang ditingkatkan iman dan taqwa kepada tuhan yang maha kuasa, karena hanya itu yang akan menolong kita pada saat seperti ini. Bagi yang muslim, jangan lupa shalat lima waktu,” kata Akmaluddin.

Ia juga menghimbau kepada orangtua agar memperhatikan anaknya, baik saat di rumah, maupun di luar rumah. “Orangtua diharapkan selalu berkomunikasi setiap hari dengan anaknya, dan jangan dilepas begitu saja tanpa kontrol, dan  juga harus memberi contoh yang baik kepada anak- anaknya,” ujarnya.

Penulis : vina
Editor : vina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: